Asiyah, Istri Shalihah dari Raja yang Kafir | Zoya - Lebih Pas Untuk Cantikmu Asiyah, Istri Shalihah dari Raja yang Kafir | Zoya - Lebih Pas Untuk Cantikmu

Kerudung ZOYA – Lebih Pas Untuk Cantikmu | Hijab Muslimah, Hijab Tutorial Terbaru, Stylish Muslimah

Menu

Asiyah, Istri Shalihah dari Raja yang Kafir

zoya.co.id

Asiyah binti Muzahim termasuk satu di antara manusia yang namanya terukir dalam Al Quran. Tidak hanya itu, ia pun juga termasuk satu di antara empat wanita terbaik di alam semesta, sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Sebaik-baik wanita di semesta alam ada empat, yaitu Asiyah istri Fir’aun, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad.” (HR. Bukhari dan Tirmidzi).

Rasulullah Saw memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepada perempuan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Allah dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum perempuan kepada kaum laki-laki.

Namun, kelemahan itu tak harus melunturkan keteguhan iman. Sebagaimana keteguhan salah seorang putri, istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah. Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri, yang disiksa karena keimanannya kepada Allah. Dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun, Istri shalihah dari Raja yang kafir.

Ketika mengetahui keimanan istrinya kepada Allah, maka murkalah Fir’aun. Namun dengan keimanannya, wanita shalihah tersebut tidak goyah pendiriaannya meski mendapat ancaman dan siksaan dari suaminya.

Di antara berbagai siksaan yang ia dapat, Fir’aun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut, kemudian dibiarkan di bawah sengatan terik matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan suaminya, kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya.

Apapun yang menimpanya tidak sebanding dengan harapannya atas janji Allah. Maka Allah pun tidak menyia-nyiakan keteguhan iman wanita ini. Ketika Fir’aun dan algojonya meninggalkan Asiyah, para malaikat pun datang menaunginya.

Di tengah beratnya siksaan yang menimpanya, wanita mulia ini senantiasa berdo’a memohon untuk dibuatkan rumah di surga. Allah mengabulkan doa Asiyah, maka disingkaplah hijab dan ia melihat rumahnya yang dibangun di dalam surga. Diabadikanlah doa wanita mulia ini di dalam Al-Quran,

Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (Qs. At-Tahrim:11)

Ketika melihat rumahnya di surga, maka berbahagialah wanita mulia ini. Semakin hari semakin kuat kerinduan hatinya untuk memasukinya. Ia tak peduli lagi dengan siksaan Fir’aun dan algojonya. Ia malah tersenyum gembira yang membuat Fir’aun bingung dan terheran-heran. Bagaimana mungkin orang yang disiksa malah tertawa riang? semua itu terasa aneh baginya. Jika seandainya apa yang dilihat Asiyah ditampakkan juga pada Fir’aun, maka segala kesuasaannya tidak ada apa-apanya.

Akhirnya, Asiyah menutup riwayat hidupnya dalam siksaan keji suaminya sendiri.
Sebuah bentuk pengorbanan yang total terhadap Allah dan ketaatan yang paripurna dari seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Maka tibalah saat-saat terakhir di dunia. Allah mencabut jiwa suci wanita shalihah ini dan menaikkannya menuju rahmat dan keridhaan-Nya. Berakhir sudah penderitaan dan siksaan dunia, siksaan dari suami yang kafir.

Muslimah, jika ujian yang menimpa Asiyah menimpa kita juga saat ini, mungkin kita akan lebih memilih untuk menyerah daripada mendapatkan siksaan yang tidak berujung. Berada di sekeliling orang kafir bukanlah hal yang mudah. Memiliki keluarga muslim dan tinggal di negara muslim pun seringkali masih sulit bagi kita untuk istiqamah. Bagaimana jika kita harus tinggal di negara minoritas muslim?

Segala puji bagi Allah yang menjadikan Asiyah sebagai perantara hikmah, semoga kita dapat meneladaninya dalam keistiqamahan iman. Rabbigfirlii Aamiin.

SFJ

Dari berbagai sumber

 

 

Comments

comments

Categories:   Inspirasi