Bila Mertua Selalu Ingin Turut Campur Bila Mertua Selalu Ingin Turut Campur

Kerudung ZOYA – Lebih Pas Untuk Cantikmu | Hijab Muslimah, Hijab Tutorial Terbaru, Stylish Muslimah

Menu

Bila Mertua Selalu Ingin Turut Campur

Zoya.co.id

Mahligai rumah tangga adalah sebuah lembaga individual yang di dasari dari keputusan besar dan rasa kasih sayang serta ibadah kepada Allah. Kemandirian menjadi ciri utama dalam membina rumah tangga. Sebagaimana ketika janji akad nikah diucapkan menjadi tanda berpindahnya beban tanggung jawab dari sang ayah mempelai wanita ke tangan mempelai laki-laki. Sebuah symbol bahwa tanggung jawab yang besar dan kuasa penuh kedua belah pihak untuk mengelola rumah tangganya secara mandiri.

Idealnya, dalam rumahtangga berdiri sendiri. Artinya, persoalan yang terjadi di dalamnya merupakan tanggungjawab dan urusan anggota keluarga tersebut. Ini menjadi salah satu syarat sebuah keluarga sakinah mawaddah warrohmah. Namun tak jarang banyak mertua yang ikut campur dalam urusan rumah tangga anak mereka. Bagaimana mengatasi permasalahan ini? Berikut tips bila permasalahan tersebut terjadi dalam rumah tanggamu:

1. Dengarkan
Ada kalanya, mertua hanya ingin sekadar tahu. Lalu, berusaha memberi saran atau mengambil sikap untuk membantu. Meski kamu tak suka, dengarkan saja ucapannya. Toh, kamu tak rugi apa-apa. Anggap hal itu sebagai itikad baik darinya untuk membantu memecahkan masalahmu dan pasangan.

2. Bertanya
Bila mertua memberi saran atau menawarkan bantuan, tak ada salahnya menanyakan maksudnya. Tanyakan tanpa prasangka negatif atau emosi. Siapa tahu, usulnya justru membuka wawasanmu.

3. Lihat Dulu
Jangan langsung naik darah atas sikap ikut campur mertua, meskipun kamu sebal setengah mati karena dipaksa harus begini-begitu. Lihat dulu seberapa jauh ia ikut campur dan sejauh mana hal itu menyusahkanmu berdua.

4. Bersikap Asertif
Kalau memang saran dan sikap mertua menyusahkan, tak perlu takut menolaknya. Itu hakmu. Katakan terus terang, dan jangan memendamnya dalam hati agar tak berbuntut panjang.

5. Tolak Halus
Bila saran atau bantuan yang ditawarkan bisa kamu terima, tak jadi masalah. Tetapi, bila hal itu tak sesuai dengan keputusan yang kamu buat bersama pasangan, tolak dengan halus. Kendalikan emosi, jangan mengomel dan marah pada mertua. Sebaliknya, ucapkan terima kasih karena mau repot ikut memikirkan. Kalau memang kamu berdua sudah punya keputusan sendiri, katakan pada mertua bahwa kamu sudah mantap dengan keputusan tersebut dan siap menjalani risiko yang mungkin terjadi.

6. Tetap Ramah
Tak jarang, mertua tetap ngotot dengan keinginannya dan memaksamu menurutinya, meski kamu sudah menolak. Tak perlu berkecil hati bila ia akhirnya mendiamkan kamu, atau sikapnya berubah menjadi dingin. Tetaplah bersikap ramah padanya. Ajak ia mengobrol, atau kirimi ia makanan.

7. Beri Waktu
Bila sikapnya tetap dingin, beri ia waktu sampai ia bisa bersikap cair lagi. Maklumlah pada sikapnya, bisa jadi ia lupa bahwa anaknya kini sudah memiliki rumahtangga sendiri.

 

--

Comments

comments

Categories:   Inspirasi, keluarga, News