Menembus Batas Impian Kehidupan | ZOYA - Lebih Pas Untuk Cantikmu Menembus Batas Impian Kehidupan | ZOYA - Lebih Pas Untuk Cantikmu

Kerudung ZOYA – Lebih Pas Untuk Cantikmu | Hijab Muslimah, Hijab Tutorial Terbaru, Stylish Muslimah

Menu

Menembus Batas Impian Kehidupan

zoya.co.id

Dear, pernahkah kamu merasa apa yang ingin kamu raih seolah tidak mungkin dan jauh dari batas kemampuanmu saat ini, sehingga kamu pun takut untuk menembus batas impian kehidupan mu sendiri? Setiap impian pada awalnya adalah sesuatu yang memang jauh dari batas kemampuan kita, tapi bukan impian namanya jika kita sangat mudah untuk meraihnya !

Bermimpilah Karena Tuhan Akan Memeluk Mimpi-mimpi itu”. Sebuah kutipan dari salah satu novel karya anak bangsa ini memiliki makna amat dalam tentang bagaimana setiap impian yang diucapkan dan diyakini sepenuhnya dalam hati adalah lantunan do’a yang Tuhan dengar.

Namun,apalah gunanya cita-cita tinggi jika hanya terhenti sebagai angan-angan. Bukan cita-cita namanya kalau tidak diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. Kunci keberhasilan adalah kombinasi yang cantik antara kesungguhan dalam ikhtiar, kesabaran menikmati proses yang dibalut dengan do’a dan keikhlasan.

Kesungguhan artinya mengusahakan apa pun itu dengan energy dan usaha eksta, diatas usaha rata-rata orang lain. Going the extra miles, kalau melebihi usaha diatas rata-rata, biasanya hasilnya pun diatas rata-rata. Jika sudah bisa begitu, biasanya menjadi yang terbaik.

Mari kita belajar dari seulas kisah tentang Kyai Imam Zarkasyi yang mendirikan Gontor. Beliau pernah memberikan arahan khusus kepada para santri dengan membawa alat peraga. Kemudian beliau berdiri di depan para santrinya dengan membawa dua golok. Golok di tangan kanannya tajam berkilat-kilat baru diasah. Sementara itu, golok ditangan kiri tampak sudah berkarat.

Dengan raut muka santai, Pak Kyai lalu menggenggam golok yang tajam dan menebaskannya ke sebatang kayu. Tapi , sedikit lagi menyentuh kayu itu, ayunan golok terhenti. Rupanya kiai mengalihkan perhatian kepada para murid dan mengajak mereka mengobrol. Sambil tetap mengobrol, ayunan golok diteruskan kearah kayu dengan santai. Kayu tadi bergeming, tidak terputus dua. Lalu beliau berhenti.

Kemudian, beliau beralih menghunus golok tumpul dan karatan. Kali ini raut muka beliau sangat serius. Lalu dengan sepenuh tenaga, dia mengayun golok karatan dengan cepat kearah kayu. Duk! Golok menghajar kayu. Tidak terjadi apapun. Tapi, Kyai tidak menyerah, dia mengulangi nya lagi sampai akhirnya, plar! Kayu patah menjadi dua dihajar golok berkarat.

Beliau menjelaskan hikmah dari jurus golok itu. Orang pintar bagai golok tajam. Tapi jika kita tidak serius dan malas-malasan, belum tentu golok tajam itu akan mampu menebas kayu. Kepintaran akan mubazir tanpa aksi sungguh -sungguh.

Sementara itu orang yang tidak pintar diibaratkan dengan golok karatan. Walau otak tidak gemilang, jika terus bekerja keras dan tidak lelah mengulang usaha, lambat laun akan berhasil. Apalagi, kalau golok karatan diasah dengan rajin dan kemampuan terus dilatih. Usaha dan persiapan yang sungguh-sungguh akan mengalahkan usaha yang biasa-biasa saja.

Dear, keterbatasan dalam hidup akan selalu ada. Namun, tergantung dari sudut pandang kita untuk melihat apakah ia menjadi penghalang atau justru menjadi motivasi kita untuk melompat lebih tinggi. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan . Setelah kita jatuh, ruangan yang kosong hanya ke atas, untuk menjadi lebih baik dan lebih kuat.

Banyak orang yang berhasil menembus batas atau mematok batasnya jauh dari atas rata-rata orang lain. Menembus batas, lalu mendapatkan batas atas kesungguhan itu. So dear, jangan remehkan setiap impian ingin kita capai sekalipun saat ini dunia berkata “tidak mungkin” tetapi tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan telah mencatat dan memeluk setiap impian yang kita sampaikan dalam balutan do’a dan kesungguhan ikhtiar yang nyata.

Man jadda Wajada, ma shabara zhafira” Barang siapa yang bersungguh –sungguh akan berhasil, barang siapa bersabar akan beruntung.

 

MSF

Source A. Fuadi,dkk Berjalan Menembus Batas

 

Comments

comments

Categories:   Inspirasi