Merajut Kebahagiaan Hidup | Zoya - Lebih Pas Untuk Cantikmu Merajut Kebahagiaan Hidup | Zoya - Lebih Pas Untuk Cantikmu

Kerudung ZOYA – Lebih Pas Untuk Cantikmu | Hijab Muslimah, Hijab Tutorial Terbaru, Stylish Muslimah

Menu

Merajut Kebahagiaan Hidup

zoya.co.id

Letak bahagia itu bukan di mata, telinga, pikiran dan apalagi di kepemilikan. Letak bahagia itu di hati. Dan hati dapat memproduksi kebahagiaan di manapun, kapanpun, bagaimanapun dan siapapun dirimu adanya.

Karena setiap orang memiliki hati, maka itu setiap orang pasti bisa bahagia dan seharusnya selalu berbahagia. Sebab itu hanya satu hal yang menyebabkan seseorang bisa tidak merasa bahagia, yaitu bila dia tidak memiliki hati….

Nah, hati yang bagaimanakah yang selalu menghasilkan kebahagiaan tiada henti?
1. Hati yang selalu bersyukur dengan apapun yang ia terima dan alami, senang, sedih, susah, gembira, untung, rugi, ada, tiada, sakit, sehat, kuat, lemah, sedikit, banyak, sukses, gagal harus selalu bersyukur.

2. Hati yang selalu bersabar menghadapi segala kesulitan, kesakitan, kekecewaan, musibah, ujian, penderitaan, kegagalan. Orang yang sabar itu sama dengan orang yang senang diuji/menjalani ujian

3. Hati yang ikhlas. Orang yang tulus melakukan apapun tanpa ada harapan apa-apa kecuali mengharap ridho Allah. Kalau pun berharap, biarlah Allah yang menghitungnya. Orang yang berbuat baik akan mudah menjolok hidayah Allah. Sedangkan, seseorang itu mudah berbuat baik karena ia mendapat hidayah dan rahmat Allah. Artinya, orang yang ikhlas berbuat baik adalah termasuk orang-orang dalam peliharaan Allah…..subhanallah.

4. Hati yang lapang dada dan mudah memaafkan. Seorang mukmin seyogyanya memiliki keluasan dan kedalaman hati yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya untuk menerima segala hal yang tak mengenakkan dan menyakiti dirinya. Sehingga sebanyak dan sebesar apapun sakit, sedih, kecewa, malu yang dirasakan dan dialaminya akan hilang tenggelam begitu saja tanpa perlu membuatnya gundah berlama2. Tak mudah terprovokasi untuk ikut menyakiti juga atau bahkan berbuat yang tidak baik. Adalah hal yang sangat merugikan diri sendiri bila kita ikut membalas perbuatan tak baik itu. …

5. Positif. Tak mudah berprasangka buruk pada semua hal apapun yang dihadapi dan dialaminya. Seorang mukmin semestinya selalu memiliki sikap tabayyun, sehingga ia akan selalu memiliki pertimbangan panjang, memahami latar belakang persoalan dengan baik dan punya rasa adil ketika menilai kesalahan dan kekurangan orang lain pada dirinya. Membangun sikap positif ini sesungguhnya akan membuat seorang mukmin ini tidak mudah terjebak dalam masalah, tapi justru membuatnya mudah menguasai keadaan, selalu berpikir jernih, tenang, dan optimis. Orang yang stok sikap positifnya berlimpah adalah orang-orang merdeka, mudah bekerjasama dengan orang lain, selalu melihat segalanya adalah sebagai potensi dan bukan halangan, apalagi jadi ancaman. Orang yang selalu bersikap positif juga memiliki kesehatan lahir batin yang lebih prima.

6. Terus Belajar. Kebaikan hati, syukur, sabar, ikhlas, lapang dada, mudah memaafkan, bersikap positif, dan terus menjadi bahagia itu bukanlah suatu tahapan akhir seseorang, melainkan adalah sebuah proses yang tiada henti. Karenanya untuk mendapatkan sikap2 dan keadaan hati yang demikian itu bisa dipelajari dan dilatih terus menerus. Dengan ilmu Islam dan pemahaman akan makna hidup dan kebahagiaan yang hakiki, maka segala sifat dan keadaan hati yang negatif semestinya bisa dihilangkan sedikit demi sedikit hingga menjadi kinclong. Dan ini sangat bisa dilakukan oleh siapapun tanpa terkecuali dengan selalu memohon bantuan dan perlindungan Allah dari bisikan syetan yang bisa terus membuat hati menjadi negatif dan kelam serta tidak bahagia.
(Ratu Ratna Damayani)

Disarikan dari
Kajian Lepas Kerja Majlis Formula Hati Zoya Depok oleh Ustd Muhsinin Fauzi Lc,MM pada Senin, 9 April 2012

Comments

comments

Categories:   Inspirasi