Pertimbangkan Hal-hal Ini Saat Ingin Nikah Muda Pertimbangkan Hal-hal Ini Saat Ingin Nikah Muda

Kerudung ZOYA – Lebih Pas Untuk Cantikmu | Hijab Muslimah, Hijab Tutorial Terbaru, Stylish Muslimah

Menu

Pertimbangkan Hal-hal Ini Saat Ingin Nikah Muda

Zoya.co.id

Pernah merasa iri melihat teman-teman sudah menikah di usia muda? Menikah muda memang tidak salah, justru dalam islam pun menganjurkan ketika seseorang sudah siap untuk menikah, maka nikahkanlah. Tetapi, bagi kamu yang ingin nikah muda sebaiknya pertimbangkan dulu hal-hal ini, agar lebih siap menata kehidupan baru dalam biduk rumah tangga di masa depan.

  1. Culture Shock
    Pernikahan bukan hanya menyatukan dua kepribadian tetapi juga menggabungkan dua keluarga yang notabene memiliki perbedaan kebiasaan. Biasanya wanita yang menikah muda mentalnya belum cukup matang menerima perubahan yang kontras dalam hidup barunya, sehingga muncul banyak pertanyaan bahkan tidak sedikit yang kaget dan menjadi pemicu perselisihan dengan pasangan.

“Terjadi kekagetan saat remaja harus beradaptasi dengan keluarga besar pasangannya. Misalnya saat remaja perempuan harus masuk ke keluarga besar suaminya setelah menikah. Akan banyak pertanyaan yang terlontar, ‘Keluarga dia kok begini, kok begitu?’ Kaget, karena mereka belum matang (mentalnya),” tutur psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi.M.Si.

2. Emosi yang Masih Labil
Usia muda terkadang identik dengan emosi yang masih labil bahkan cenderung meledang-ledak. Meski terlihat dewasa saat menghadapi masalah ketika pacaran, belum tentu kedewasaan itu cukup untuk mengatasi konflik rumah tangga, misalnya dengan keluarga pasangan.

“Contohnya kalau pasangan yang sudah dewasa, jika ada masalah dengan ibunya biasanya akan menyampaikan, ‘Kenapa ibu kamu berbicara seperti itu ya ke aku?’ Sementara di usia yang masih belia, cara penyampaiannya bisa seperti, ‘Kok nyokap lo ngomong gitu ke gue?’ Itu contoh dengan konten yang sama, tapi cara menanggapi berbeda. Jauh lebih kompleks,”. Tambah Anna.

3. Masalah Anak
Tantangan yang lebih besar lagi ketika mereka sudah memiliki anak. Hal-hal yang dipikirkan pun jadi semakin banyak dan akan lebih memusingkan bagi pasangan yang belum matang secara mental.

“Mulai dari hamil masalah sudah besar, merasakan mual, takut melahirkan, belum lagi imunisasi yang perlu biaya dan macam sebagainya. Kalau usianya sudah matang dia cenderung lebih siap. Tapi kalau menikah muda biasanya belum siap,” ujarnya.

4. Kedewasaan Menghadapi Anak
Memiliki anak di usia muda belum tentu seindah apa yang Anda bayangkan. Psikolog Anna menambahkan, memiliki anak yang jaraknya tergolong dekat dengan orang tua justru berisiko lebih tinggi untuk berkonflik. Ketika emosi orang tua masih meledak-ledak, dan harus menghadapi anak yang emosinya juga masih labil, yang terjadi adalah ‘perang mulut’ dan cekcok setiap hari.

“Anda mau berantem terus dengan anak? Anak mau dibentuk seperti apa kalau orang tuanya selalu marah-marah?” tegas psikolog yang sehari-harinya praktek di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI dan Medicare Clinic, Menara Kadin, Kuningan ini.

 

Jadi, siapkan dahulu mentalmu, kenali lebih jauh keluarga pasangan. Niatkan menikah karena Allah, maka InsyaAllah pernikahanmu akan berkah dunia akhirat. Aamiin

 

Nieke Noviyanti

Berbagai sumber

Comments

comments

Categories:   Inspirasi