Trik Agar Anak Tak Gampang Nyeri Leher Karena Tas Sekolah yang Berat Trik Agar Anak Tak Gampang Nyeri Leher Karena Tas Sekolah yang Berat

Kerudung ZOYA – Lebih Pas Untuk Cantikmu | Hijab Muslimah, Hijab Tutorial Terbaru, Stylish Muslimah

Menu

Trik Agar Anak Tak Gampang Nyeri Leher Karena Tas Sekolah yang Berat

Zoya.co.id

Bukan rahasia lagi jika bawaan barang yang cukup banyak bisa membuat beban tas sekolah anak berlebih. Jika dibiarkan terus, beban tas sekolah yang terlalu berat bisa menimbulkan nyeri di pundak bahkan punggung anak.

Seperti diungkapkan dokter spesialis anak dan fisioterapis tulang belakang, Jane Watson, tas ransel sekolah dengan bawaan terlalu berat dan tali tas yang terletak di bahu longgar, akan membuat tubuh anak condong ke depan diikuti dengan kepala yang juga cenderung ke depan.

“Bahu mereka pun tertekan dan jika posisi tubuh seperti ini terjadi terus-menerus, bisa menyebabkan nyeri leher dan punggung bagian atas. Untuk itu, gunakanlah tas ransel dengan tali bahu yang lebar dan empuk,” tutur Watson seperti dikutip dari Essential Kids.

Panjang tali ransel juga harus disesuaikan supaya bagian bawah tas sejajar dengan pinggang anak dan bagian belakang tas bisa menempel dengan baik di punggung anak. Bagi anak sekolah, Watson tidak menyarankan penggunaan tas selempang atau hanya menggunakan satu tali. Sebab, dengan hanya satu sisi tubuh yang menyangga beban tas, tubuh menjadi tidak seimbang nantinya.

Jika dibutuhkan, anak bisa menggunakan tas jinjing tambahan sehingga tidak semua keperluan sekolah dijejalkan ke dalam tas ranselnya. Ketika anak menunggu kendaraan umum sepulang sekolah, mereka bisa menaruh tasnya sejenak sehingga ada waktu untuk bahu ‘beristirahat’. Kemudian, letakkan barang terberat di bagian belakang tas dan ganjal dengan barang-barang berukuran lebih kecil lainnya sehingga barang yang cukup berat tadi posisinya tetap stabil.

“Sebisa mungkin ketika menyangkutkan tali tas pada bahu, posisi tas berada di meja atau tempat yang lebih tinggi, bukan di lantai. Jangan lupa secara teratur pilah barang yang memang tidak perlu ada di dalam tas,” pungkas Watson.

Nah, kepada detikHealth beberapa lalu,  DR. H. Briliantono M Soenarwo, SpOT, FICS, MD, PhD, MBA, dari Halimun Medical Centre menuturkan idealnya, beban bawaa tas pada anak-anak ataupun remaja maksimal 15 sampai 20 persen dari berat badannya. Untuk anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), pria yang akarab disapa dr Tony ini menuturkan tas ransel adalah jenis tas yang pas untuk anak-anak usia SD .

“Hindari membelikan anak tas yang ukurannya tak sesuai dengan tinggi badan anak, misalnya terlalu panjang dan hampir setara dengan lututnya. Cukup sampai pantat saja panjangnya, supaya pertumbuhan tulang punggungnya tetap bisa lurus,” pesan dr Tony.

 

-EuisRostika-

Comments

comments

Categories:   Inspirasi, keluarga