Istirahat Suami VS Istirahat Istri Istirahat Suami VS Istirahat Istri

Kerudung ZOYA – Lebih Pas Untuk Cantikmu | Hijab Muslimah, Hijab Tutorial Terbaru, Stylish Muslimah

Menu

Istirahat Suami VS Istirahat Istri

zoya.co.id

Setelah lelah bekerja seharian, melakukan tugas yang menumpuk di kantor, tentu pulang ke rumah berharap mampu me-refresh diri, recharge semangat, dan bisa beristirahat dengan tenang. Namun, mengapa hal itu begitu sulit untuk didapatkan ya? Setelah lelah bekerja, mengapa istri terasa menyebalkan, tak bisa memberi suami waktu luang untuk istirahat? Setelah lelah bekerja, baik di rumah atau di kantor, mengapa suami begitu menyebalkan, begitu cuek dengan keadaan istri ya?

Hmm… tak jarang fenomena ini bisa menjadi bom waktu bagi keharmonisan pernikahan anda. Mungkin untuk bersabar 1-2 hari masih bisa, namun bagaimana ya jika harus mendapatkan situasi seperti ini selama 5 hari kerja dalam 5 tahun berturut-turut? Tentu melelahkan…

Baik suami, yang telah lelah bekerja di kantor selama office hour, itu melelahkan. Baik istri, yang bertugas di rumah sebagai ibu rumah tangga, mengurus rumah itu melelahkan. Ataupun yang bekerja, itu pun sangat melelahkan. Keduanya lelah, butuh istirahat.

Hanya saja, makna ISTIRAHAT antara suami dan istri ternyata berbeda. Makna istirahat bagi suami adalah langsung bersantai dan tidur. Sedang makna istirahat bagi istri adalah menyampaikan segala keluh kesahnya, menyampaikan segala kesulitan yang didapat hari itu pada pujaan hatinya, pada suaminya. Setelah ‘sampah emosinya’ keluar, baru istri bisa tidur. Itu makna istirahatnya.

Nah, karena itu, alangkah lebih baiknya jika anda, suami, miliki sedikit energi ekstra untuk sekedar mendengarkan keluhan istri anda. Pancing dengan pertanyaan seperti ‘gimana lagi?’. Ingatlah, istri anda tak butuh nasihat dan solusi dari anda, karena ia sudah tahu solusinya, kecuali ia bertanya solusi. Ia hanya butuh telinga dan keberadaan anda sebagai solusi bagi dirinya. Jadilah solusi itu.

Alangkah baiknya bagi istri, untuk melihat terlebih dahulu kondisi suami anda. Memungkinkan atau tidak untuk mengeluarkan isi kepala anda. Pahami bahwa emosi itu bisa menular. Lelah suami sangat mungkin untuk bertambah jika ia dalam kondisi tidak siap untuk mendengar.

Jagalah selalu keharmonisan dan tumbuhkan selalu cinta anda. Jangan biarkan ia mengering. Jangan biarkan masalah anda berdua diamkan begitu saja. Ingatlah, kehancuran rumahtangga seringkali terjadi bukan karena satu ombak besar, namun karena ribuan ombak kecil yang diabaikan.

Selamat membangun keharmonisan rumahtangga anda

 

Romantic-Couple Trainer

@canunkamil – @fufuelmart

Comments

comments

Categories:   keluarga