Menelusuri Jejak Islam di Kota Kudus | Zoya - Lebih Pas Untuk Cantikmu Menelusuri Jejak Islam di Kota Kudus | Zoya - Lebih Pas Untuk Cantikmu

Kerudung ZOYA – Lebih Pas Untuk Cantikmu | Hijab Muslimah, Hijab Tutorial Terbaru, Stylish Muslimah

Menu

Menelusuri Jejak Islam di Kota Kudus

zoya.co.id

Kudus adalah sebuah kota kecil dengan luas wilayah mencapai 42.516 Ha di sudut utara Jawa Tengah. Kudus dikenal sebagai daerah yang pernah disinggahi para Walisongo untuk penyebaran agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam di sini masih ada. Untuk anda yang menggemari perjalanan ke tempat-tempat bersejarah, tak ada salahnya jika anda mulai menelusuri jejak sejarah Islam di kota Kudus.

Adanya dua tokoh penyebar Islam seperti Sunan Muria dan Sunan Kudus masih meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang dapat dijumpai di sejumlah tempat di Kudus. Wilayah ini akhirnya mendapat julukan yang melekat dibanding kota lain, yakni sebagai kota santri.

Terlebih lagi, nama kota di Jawa yang berasal dari bahasa arab ternyata hanya Kudus, diambil dari kata “Alquds” yang berarti tempat suci.

Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq sendiri sampai sekarang masih meninggalkan sisa-sisa kebudayaan yang dapat dilihat dan kebiasaan yang masih banyak dipegang oleh warga asli Kudus, seperti kebiasaan berdagang. Saat itu, status sosial pedagang memang lebih tinggi dari seorang pegawai pemerintahan, karena pegawai masih dipandang sebagai seseorang yang dekat dengan dengan kolonial.

Jejak Islam di kota kretek ini juga dapat dilihat dari berdirinya masjid Menara Kudus. Seperti umumnya masjid di Indonesia, masjid tersebut juga menonjolkan bentuk kubah. Namun yang pasti berbeda adalah menara masjid yang mengingatkan pada bentuk candi-candi Hindu. Menurut sejarahnya, sebelum kedatangan Sunan Kudus penduduk kota ini merupakan pemeluk agama Hindu, kemudian Sunan Kudus datang dan memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam budaya yang dianut masyarakatnya.

Kebiasaan bernafaskan islami yang kental pun saat ini masih bisa terlihat. Seperti saat menjelang Maghrib, di ruas jalan wilayah Kudus Kulon akan terlihat lengang dan tidak ada warga yang lalu lalang. Dalam beberapa sumber pun ditegaskan bahwa pada malam hari tidak ada perempuan yang akan keluar malam. Kalaupun ada yang terlihat sampai tengah malam, itu karena baru pulang sehabis pengajian.

Jejak Islam di kota ini juga nampak ketika para perempuan akan ditempatkan di bagian rumah yang dipisahkan dengan anyaman bambu untuk menutupi dari pandangan yang bukan mahram-nya.

Selain itu, kehidupan islami lainnya juga tercermin pada beberapa perusahaan rokok yang masih meliburkan buruhnya pada hari Jumat. Peninggalan Sunan Kudus yang besar adalah menanamkan rasa keagamaan dan berkomitmen tinggi terhadap Syariat Islam. Sunan Kudus berharap umat Islam harus mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Hingga hari ini, jejak Islam dan dakwah para wali beserta peninggalannya itu dapat kita telusuri baik untuk kepentingan ibadah maupun keilmuan.

SFJ

Berbagai Sumber

 

 

Comments

comments

Categories:   News